Jumat, 10 Agustus 2012

KONSEP KESEHATAN JIWA


KESEHATAN JIWA
By: Sulistyono, S.Kep, Ns., M.Kep

1. PENGERTIAN:
  1. Kesehatan jiwa bukan hanya tidak ada G3 jiwa, melainkan mengandung berbagai karakteristik yg positif, yg menggambarkan keselarasan & keseimbangan kejiwaan yg mencerminkan kedewasaan kepribadiannya (WHO)
  2. kondisi yg memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional secara optimal dari seseorang & perkembangan ini berjalan selaras dgn org lain. (UU kesehatan jiwa No. 3 Th. 1996)

2. KECENDERUNGAN PENYAKIT
  • Masalah G3 jiwa akan menungkat di Era Globalisasi
  • G3 jiwa sekarang tidak lagi didominasi kalangan bawah, tetapi kalangan mahasiswa, pegawai negeri maupun swasta, & kalangan profesional juga beresiko terjadi G3 jiwa.
  • Klien G3 jiwa dari kalangan menengah keatas ssebagian besar disebabkan tidak mampu mengelola stress
  • WHO (2001): Paling tidak, ada 1 diantara 4 org di dunia mengalami masalah mental, ± 450 juta org di dunia mengalami G3 kesehatan jiwa.
  • Survey Kesehatan Rumah Tangga 1995: di Indonesia ± 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita G3 kesehatan jiwa

Kriteria Sehat Jiwa (YAHODA):
a.       Sikap positif pada diri sendiri.
b.      Tumbuh kembang & aktualisasi diri.
c.       Integrasi / keseimbangan (keutuhan)
d.      Otonomi
e.       Persepsi realitas
f.        Kecakapan dlm adaptasi dgn lingk

Masalah psikososial:
Adalah sikap perubahan dlm kehidupan individu baik yg bersifat psikologis / sosial yg mempunyai pengaruh timbal balik & dianggap berpotensi cukup besar sbg faktor penyebab tjdnya G3 jiwa, secara nyata / sebaliknya mslh kesehatan jiwa yg berdampak pd lingk sosial.

Kriteria masalah psikososial:
a.       Cemas, khawatir berlebihan, takut.
b.      Mudah tersinggung
c.       Sulit konsentrasi.
d.      Bersifat ragu2 / merasa rendah diri.
e.       Merasa kecewa.
f.        Pemarah / agresif.
g.       Reaksi fisik -----à jantung berdebar, keringat dingin, dll
h.       Sakit kepala.

Kriteria G3 jiwa:
a.       Marah tanpa sebab.
b.      Mengurung diri.
c.       Tidak mengenali org.
d.      Bicara kacau.
e.       Bicara sendiri.
f.        Tidak mampu merawat diri.



Gejala kekambuuhan:
a.       Nervous.
b.      Tidak nafsu makan.
c.       Sukar konsentrasi.
d.      Sulit tidur
e.       Depresi.
f.        Tidak ada minat.
g.       Menarik diri.

3. PERAN KELUARGA.
    • Keluarga merupakan sistem pendukung utama yg memberikan perawata langsung pada setiap keadaan (Sehat-sakit).
    • Asuuhan keperawatan berfokus pada kelg bukan hanya memulihkan keadaan klien tetapi bertujuan u/ mengembangkan & me ningkatkan kemampuan kelg dlm mengatasi mslh kesehatan kelg tsb.

Pentingnya perawatan di lngk kelg dapat dipandang dari berbagai segi (Clemen & Buchaman, 1982:171):
a.       Kelg merupakan s/ Konteks  memulai hubungan interpersonal.
b.      Kelg mempengaruhi nilai, kepercayaan, sikap & perilaku klien.

Oleh karena itu peran keluarga dlm perawatan sangat menguntungkan proses pemulihan klien

4. REHABILITASI.

Pengetian:
a.       Rehabilitasi di tujukan pada cacat, disability & hendaya
b.      Rehabilitasi merupakan pertolongan yg mendasar pada pemberian hak
c.       Rehabilitasi bertujuan akhir mengembalikan individu berperan sebagai manusia normal yg berswasembada & berguna.
d.      Rehabilitasi merupakan tindakan yg terpadu & terkoordinasi meliputi berbagai aspek & perlu dijalankan menurut sistem & metode tertentu & secara bertahap.

Rehabilitasi penderita mental:
Semua jenis G3 jiwa pada prinsipnya memerlukan usaha rehabilitasi terutama yg masuk golongan kronik.

Usaha rehabilitasi px G3 jiwa dimungkinkan karena berdasarkan asa psikodinamika (Freud, 1911) & pendekatan psikososial (Sullivan, 1962):
a.       G3 jiwa tidak pernah merusak seluruh kepribadian seseorang, senantiasa ada bagian yg tetap sehat & dapat dikembangkan disamping potensi penyembuhan dari yg sedang mengalami kerusakan.
b.      Perilaku manusia senantiasa dapat dibina u/ membentuk pola reaksi yg baru / potensi belajar masih dapat dikembangkan.
c.       Dorongan sosial & intelegensi selalu dapat ditugaskan dgn manipulasi lingk dgn jalan milleau therapi & socio therapi.

Berdasarkan hal tersebut diatas maka usaha rehabilitasi dijalankan secara berkesinambungan & merupakan lanjutan usaha kuratif.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar