KESEHATAN JIWA
By: Sulistyono,
S.Kep, Ns., M.Kep
1. PENGERTIAN:
- Kesehatan jiwa bukan hanya tidak ada G3 jiwa, melainkan mengandung berbagai karakteristik yg positif, yg menggambarkan keselarasan & keseimbangan kejiwaan yg mencerminkan kedewasaan kepribadiannya (WHO)
- kondisi yg memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional secara optimal dari seseorang & perkembangan ini berjalan selaras dgn org lain. (UU kesehatan jiwa No. 3 Th. 1996)
2. KECENDERUNGAN PENYAKIT
- Masalah G3 jiwa akan menungkat di Era Globalisasi
- G3 jiwa sekarang tidak lagi didominasi kalangan bawah, tetapi kalangan mahasiswa, pegawai negeri maupun swasta, & kalangan profesional juga beresiko terjadi G3 jiwa.
- Klien G3 jiwa dari kalangan menengah keatas ssebagian besar disebabkan tidak mampu mengelola stress
- WHO (2001): Paling tidak, ada 1 diantara 4 org di dunia mengalami masalah mental, ± 450 juta org di dunia mengalami G3 kesehatan jiwa.
- Survey Kesehatan Rumah Tangga 1995: di Indonesia ± 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita G3 kesehatan jiwa
Kriteria Sehat Jiwa (YAHODA):
a.
Sikap positif pada diri sendiri.
b.
Tumbuh kembang & aktualisasi diri.
c.
Integrasi / keseimbangan (keutuhan)
d.
Otonomi
e.
Persepsi realitas
f.
Kecakapan dlm adaptasi dgn lingk
Masalah psikososial:
Adalah sikap perubahan dlm kehidupan individu baik yg bersifat psikologis /
sosial yg mempunyai pengaruh timbal balik & dianggap berpotensi cukup besar
sbg faktor penyebab tjdnya G3 jiwa, secara nyata / sebaliknya mslh kesehatan
jiwa yg berdampak pd lingk sosial.
Kriteria masalah psikososial:
a.
Cemas, khawatir berlebihan, takut.
b.
Mudah tersinggung
c.
Sulit konsentrasi.
d.
Bersifat ragu2 / merasa rendah diri.
e.
Merasa kecewa.
f.
Pemarah / agresif.
g.
Reaksi fisik -----à jantung berdebar, keringat dingin, dll
h.
Sakit kepala.
Kriteria G3 jiwa:
a.
Marah tanpa sebab.
b.
Mengurung diri.
c.
Tidak mengenali org.
d.
Bicara kacau.
e.
Bicara sendiri.
f.
Tidak mampu merawat diri.
Gejala kekambuuhan:
a.
Nervous.
b.
Tidak nafsu makan.
c.
Sukar konsentrasi.
d.
Sulit tidur
e.
Depresi.
f.
Tidak ada minat.
g.
Menarik diri.
3. PERAN KELUARGA.
- Keluarga merupakan sistem pendukung utama yg memberikan perawata langsung pada setiap keadaan (Sehat-sakit).
- Asuuhan keperawatan berfokus pada kelg bukan hanya memulihkan keadaan klien tetapi bertujuan u/ mengembangkan & me ningkatkan kemampuan kelg dlm mengatasi mslh kesehatan kelg tsb.
Pentingnya perawatan di lngk kelg
dapat dipandang dari berbagai segi (Clemen & Buchaman, 1982:171):
a.
Kelg merupakan s/ Konteks memulai
hubungan interpersonal.
b.
Kelg mempengaruhi nilai, kepercayaan, sikap & perilaku klien.
Oleh karena itu peran keluarga dlm perawatan sangat menguntungkan proses
pemulihan klien
4. REHABILITASI.
Pengetian:
a.
Rehabilitasi di tujukan pada cacat, disability & hendaya
b.
Rehabilitasi merupakan pertolongan yg mendasar pada pemberian hak
c.
Rehabilitasi bertujuan akhir mengembalikan individu berperan sebagai
manusia normal yg berswasembada & berguna.
d.
Rehabilitasi merupakan tindakan yg terpadu & terkoordinasi meliputi
berbagai aspek & perlu dijalankan menurut sistem & metode tertentu
& secara bertahap.
Rehabilitasi penderita mental:
Semua jenis G3 jiwa pada prinsipnya memerlukan usaha rehabilitasi terutama
yg masuk golongan kronik.
Usaha rehabilitasi px G3 jiwa dimungkinkan karena berdasarkan asa
psikodinamika (Freud, 1911) & pendekatan psikososial (Sullivan, 1962):
a.
G3 jiwa tidak pernah merusak seluruh kepribadian seseorang, senantiasa ada
bagian yg tetap sehat & dapat dikembangkan disamping potensi penyembuhan
dari yg sedang mengalami kerusakan.
b.
Perilaku manusia senantiasa dapat dibina u/ membentuk pola reaksi yg baru /
potensi belajar masih dapat dikembangkan.
c.
Dorongan sosial & intelegensi selalu dapat ditugaskan dgn manipulasi
lingk dgn jalan milleau therapi & socio therapi.
Berdasarkan hal tersebut diatas maka usaha rehabilitasi dijalankan secara
berkesinambungan & merupakan lanjutan usaha kuratif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar